http://www.freesearchenginesubmission.infocliquez ici http://www.casino-online.us/ PENYALUR ALAT KESEHATAN: Brosur

Penyalur Alat Kesehatan

Penyalur Alat Kesehatan adalah Perusahaan Alat Kesehatan - Hospital Furniture - Laboratorium - Radiologi - Apotik dan Farmasi - Produk Juknis DAK BKKBN - Alat Peraga Kesehatan yang sudah memiliki izin PAK, ISO 9001:2008, ISO 14001:2004 EMS, HAKI, Gakeslab dan lain-lain.

Obgyn Bed BKKBN 2020

Obgyn Bed BKKBN 2020 dilengkapi dengan Lampu Sorot LED yang bisa dicas ulang. Selain itu pula kami juga membantu mempersiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan seperti : Surat Dukungan, IPAK, HAKI, ISO 9001:2008, Gakeslab, Jaminan Ketersediaan Barang, Jaminan Purna Jual, Registrasi DEPKES dan lain-lain sesuai dengan yang ditetapkan panitia pengadaan lelang.

Kie Kit BKKBN 2020

Kie Kit BKKBN 2020 dan Media Lini Lapangan BKKBN 2020. Juknis DAK BKKBN 2018 Obgyn Bed ~ Kie Kit ~ GenRe Kit ~ Iud Kit ~ Implant Kit ~ Sarana PLKB ~ ~ Sarana PPKBD ~ BKB Kit ~ APE Kit ~ Public Address ~ Lansia Kit ~ Lemari Alokon.

Iud Kit BKKBN 2020

Iud Kit BKKBN 2020 adalah Instrument pemasangan dan pelepasan alat kontrasepsi KB susuk/ IUD (Intra Uterine Device)yang sudah memiliki NIE (Nomor Izin Edar). Juknis DAK BKKBN 2020 Obgyn Bed ~ Kie Kit ~ GenRe Kit ~ Iud Kit ~ Implant Kit ~ Sarana PLKB ~ Sarana PPKBD ~ BKB Kit ~ APE Kit ~ Public Address ~ Alokon Cabinet ~ Lansia Kit.

GenRe Kit BKKBN 2020

GenRe Kit BKKBN 2020 adalah materi permainan, laptop/ notebook dan LCD proyektor petugas lapangan dalam memberikan penyuluhan kepada remaja tentang pentingnya program Generasi Berencana bagi masa depan generasi muda. Juknis DAK BKKBN 2020 Obgyn Bed ~ Kie Kit ~ GenRe Kit ~ Iud Kit ~ Implant Kit ~ Sarana PLKB ~ Sarana PPKBD ~ BKB Kit ~ APE Kit ~ Lansia Kit ~ Tempat Penyimpanan Alat Obat Kontrasepsi KB.

Sarana PLKB BKKBN 2020

Sarana PLKB BKKBN 2020 adalah perlengkapan sarana dan prasarana petugas penyuluhan lapangan KB. Salah satu program untuk mengendalikan jumlah penduduk ini adalah melalui pedewasaan usia perkawinan. Juknis DAK BKKBN 2020 Obgyn Bed ~ Kie Kit ~ GenRe Kit ~ Iud Kit ~ Implant Kit ~ Sarana PLKB ~ BKB Kit ~ APE Kit ~ Lansia Kit ~ Lemari Tempat Penyimpanan Alat Obat kontrasepsi KB.

Tampilkan postingan dengan label Brosur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Brosur. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Oktober 2017

Phantom CPR/ Manekin RJP | Simulator Pelatihan First Aid Terpadu CRP5001

Phantom Alat Peraga Pendidikan Pelatihan Kesehatan DuPo Healthcare merupakan model boneka manikin pelatihan medis dan simulator yang sangat terkenal di Indonesia dengan harga jual yang murah dan terbuat dari bahan material khusus dengan bentuk dan penampilan yang lebih baik dan sentuhan seperti kulit yang nyata untuk mendapatkan pelatihan medis dengan model phantom ini seperti pada pasien yang sebenarnya.

Phantom CPR/ Manekin RJP Full-Body Simulator Pelatihan First Aid Terpadu CRP5001

Simulator Pelatihan First Aid Terpadu (Edisi Standar)

Kategori Produk: Model ketrampilan resusitasi kardiopulmoner

Tipe Produk: 

Standar Eksekutif CRP5001 : American Heart Association (AHA) 2015 Sistem Resusitasi Kardiopulmoner Resusitasi (CPR) & Kardiovaskular Darurat (ECC) InternasionalSimulator Pelatihan First Aid Terpadu ( Standard Edition)  CRP5001

Fitur
Kriteria Eksekutif: American Heart Association (AHA) 2015 Kardiopulmoner Resusitasi Kardiopulmoner (CPR) & Pedoman Darurat Kardiovaskular (ECC)
★ simulasi sendi bagian atas dan bawah bebas bergerak;★ printer thermal built-in mewah;★ hasil cetak: tiga mode hasil operasi dapat berupa transkrip cetak termal, dengan sistem penilaian cerdas;◆ karakteristik anatomis, terasa nyata, warna kulit seragam, bentuk realistis, penampilan cantik;◆ simulasi tanda-tanda vital:   • Pada keadaan awal, pupil simulasi tersebar dan arteri karotid bebas;   • Selama proses pengepresan, arteri karotid manusia yang disimulasikan berdenyut dan frekuensi denyut konsisten dengan frekuensi penekanan.   • Setelah berhasil menyelamatkan, pupil yang disimulasikan kembali normal, hentakan spontan arteri karotis.★ dapat melakukan penilaian sadar, panggilan darurat, diskriminasi nafas, diskriminasi nadi, pengangkatan badan asing 5 operasi, sinyal menetapkan tombol terpisah; ★ fungsi tombol pintas: dalam hal booting, tekan tombol upgrade remote control, bisa langsung masuk ke mode latihan, tidak perlu diatur; ◆ Bisa jadi pernapasan buatan dan tekanan off-heart, jalan nafas bisa terbuka;◆ tiga jenis operasi: dapat berupa pelatihan CPR, penilaian simulasi dan penilaian aktual;   Cara satu: Pelatihan CPR, bisa ditekan dan bertiup;   Cara kedua: mode penilaian, dalam waktu yang ditentukan, sesuai dengan standar resusitasi kardiopulmoner internasional 2015, tekan dan tiup rasio 30: 2, selesaikan 5 operasi siklus;   Cara ketiga: penilaian aktual, dalam rentang waktu yang ditentukan, sesuai dengan kriteria resusitasi kardiopulmoner 2015 tahun 2015, selesaikan standar penilaian yang telah ditetapkan sebelumnya. Guru dapat mengatur rentang waktu operasi.★ mode tempur, jumlah siklus dapat diatur secara individual, transkrip memiliki tampilan skor cerdas.★ tekan pemantauan elektronik rebound: tidak ada rebound yang memiliki suara prompt.

Simulator Pelatihan First Aid Terpadu CRP5001 | Phantom CPR Full Body

Fungsi tampilan CPR: ◆ pemantauan elektronik: pemantauan elektronik pembukaan jalan nafas dan bagian-bagian yang menekan. Menunjukkan jumlah tepat waktu pernapasan buatan dan kompresi ekstrakorporeal dan jumlah kesalahan.★ perintah suara: mode latihan dan penilaian di seluruh perintah suara China, dapat menghidupkan dan mematikan suara, mengatur volume suara. Penilaian sebenarnya tanpa petunjuk suara.◆ kode bar menunjukkan jumlah hembusan: pukulan yang benar 500 / 600-1000ml:• Bila jumlah bertiup terlalu kecil, kode batangnya berwarna kuning.• Bila volume udara benar, kode batang berwarna hijau.• Bila jumlah bertiup terlalu besar, kode batangnya berwarna merah.◆ tampilan kode bar tekan kedalaman: tekan benar kedalaman minimal 5cm, tidak lebih dari 6cm:• Bila kedalaman menekan terlalu kecil, kode batangnya berwarna kuning.• Bila kedalaman pers benar, kode batangnya berwarna hijau.• Bila kedalaman menekan terlalu besar, kode batangnya berwarna merah.★ lampu bisa merespon apakah tidak ada rasa kesadaran dan denyut nadi, dengan lampu kembung.◆ dapat mengatur waktu pengoperasian, dalam hitungan detik.◆ frekuensi operasi: 100-120 kali / menit.◆ Kondisi daya: catu daya 220V.

Fitur Printer:◆ Anda dapat memilih operasi cetak setelah akhir operasi.◆ Jumlah transkrip mencakup cara operasi, rasa penghakiman, panggilan pertolongan pertama, penghakiman pernapasan, diskriminasi denyut nadi, masalah luar negeri dibersihkan; berapa kali dan berapa banyak waktu menekan dan meniup dalam operasi lima siklus, jumlah dan alasan kesalahan pengepresan dan pukulan; Waktu operasi, penyelesaian prosedur operasi dan penilaian dan penilaian, dll, untuk penilaian penilaian hasil dan pengarsipan. 

Simulator Pelatihan First Aid Terpadu CRP5001 DuPo Healthcare

Fitur lainnya:◆ Simulasi sendi tungkai manusia yang fleksibel, bisa mencapai berbagai posisi fungsional, bisa tidur nyenyak, ganti seprai dan dressing training.Injeksi intramuskular: otot femoral lateral bisa berupa injeksi intramuskular, situs yang sama bisa diulang praktek tusukan, bisa disuntikkan ke dalam cairan sebenarnya.◆ latihan kateterisasi: pria dan wanita dapat bertukar praktik pengalihan perhatian.◆ dengan modul penilaian trauma: berbagai gambar trauma realistis, bisa berupa penilaian traumatis, pembersihan praktik, desinfeksi, perdarahan, rias dan keterampilan lainnya.★ Opsional simulasi defibrilator AED otomatis DM-FA6822, proses penyelamatan simulasi.

Integrated First Aid Training Simulator Standard Edition CRP5001 DuPo Healthcare

Untuk pemesanan barang, brosur dan daftar harga jual phantom alat peraga kesehatan pendidikan pelatihan model merek DuPo Healthcare, silahkan menghubungi : 

Kontak Person : Tn. Elfian EffendiMobile (WahatsApp) 081315904286 / 082125526000Telepon Kantor : 0213912905Email : dumedpower@gmail.comTwitter :https://twitter.com/penyaluralkesWebsite :https://juknisdakbkkbnblog.wordpress.com/https://juknisdakbkkbnblog.blogspot.com/https://furniture-rumah-sakit.blogspot.com/https://penyalur-alat-kesehatan.blogspot.com/https://jualkursirodajakarta.blogspot.com/



Minggu, 15 Oktober 2017

Jual Phantom CPR, AED, ECG Manikin Training Simulator Model

Alat Peraga Kesehatan - Phantom CPR plus AED dan ECG Monitor BLS8500

Phantom CPR dan AED Trainer DP-BLS8500 adalah alat peraga pelatihan keterampilan pertolongan pertama (First Aid) yang dilengkapi dengan alat kejut jantung atau AED (Automatic External Defibrillator) Trainer. 


AED Trainer BLS8500 adalah alat peraga untuk pelatihan keterampilan dalam pengoperasian Automatic External Defibrillator. AED Trainer ini dipergunakan apabila seolah-olah korban atau pasien mengalami henti jatung tiba-tiba dan proses CPR serta bantuan pernapasan belum bisa menyelamatkan nyawa korban atau pasien. 


Phantom CPR full body plus AED Trainer BLS8500 ini sangat cocok untuk setiap kegiatan (Basic Life Support) di pusat pelatihan keterampilan pertolongan pertama dalam kegiatan memberikan pengetahuan tentang proses penyelamatan korban kecelakaan, serangan jantung tiba-tiba dan sebagainya yang membutuhkan pertolongan. 


Adapun spesifikasi produk Phantom CPR plus AED Trainer BLS8500 terbaru kami adalah sebagai berikut :

Phantom CPR Full-Body plus AED Trainer | Basic Life Supporting System BLS8500
Spesifikasi :
  • Advanced full-body CPR manikin
  • Intubation head, practice airway management
  • Electronic carotid pulses
  • Ventilation through mouth to mouth or pocket mask, indicated on monitor
  • Chest compression, pressing position and depth indicated on monitor
  • Practice indication in comply with the latest AHA CPR & ECC Guideline
  • Defibrillation, equipped with AED simulator, also suitable for real AED practice
  • ECG simulation monitor
  • Catheterization, male/female exchangeable
  • I.V. Injection
  • Intramuscular injection


DuPo Healthcare Medical Simulator and Training Models adalah produk Phantom Alat Peraga Kesehatan untuk Pelatihan Keterampilan Pertolongan Pertama (First-Aid Skills Training), Pelatihan Keterampilan Keperawatan (Nursing Skills Training), Pelatihan Keterampilan Ginekologi (Gynecological Skills Training), Pelatihan Keterampilan Anak (Pediatric Skills Training), Pelatihan Keterampilan Klinis (Clinical Skills Training), Pelatihan Keterampilan Pemeriksaan Fisik (Physical Examination Skills Training) sebagai peralatan penunjang sarana pendidikan kesehatan di : 


  • Poltekkes Kemenkes (Politeknik Kesehatan  Kementerian Kesehatan)
  • Stikes (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan)
  • Akbid (Akademi Kebidanan)
  • Akper (Akademi Keperawatan)
  • Fakultas Kedokteran
  • Sekolah-sekolah umum lainnya


Manikin kami juga dapat dipergunakan untuk kepentingan pelatihan keterampilan kesehatan dan keselamatan umum di tempat lainnya seperti :
  • Pusat Pelatihan Kesehatan
  • BKKBN- Bakorstranas (Tim SAR)
  • Pemadam Kebakaran
  • Dan lain-lainnya

Phantom CPR Fullbody plus AED Trainer BLS8500 Terbaru 
Phantom Alat Peraga Pendidikan Pelatihan Kesehatan DuPo Healthcare merupakan model manikin pelatihan medis dan simulator yang sangat terkenal di Indonesia dengan harga jual yang murah dan terbuat dari bahan material khusus dengan bentuk dan penampilan yang lebih baik dan sentuhan seperti kulit yang nyata untuk mendapatkan pelatihan medis dengan model phantom ini seperti pada pasien yang sebenarnya. 


Untuk pemesanan barang, brosur dan daftar harga jual phantom alat peraga kesehatan pendidikan pelatihan model merek DuPo Healthcare, silahkan menghubungi :

Kontak Person : Tn. Elfian Effendi,

Mobile & WhatsApp :082125526000 - 081315904286,

Telpon Kantor : 0213912905,

Email : dumedpower@gmail.com,

Twitter : 

https://twitter.com/penyaluralkes

Website :

https://juknisdakbkkbnblog.wordpress.com/

https://juknisdakbkkbnblog.blogspot.com/

https://furniture-rumah-sakit.blogspot.com/

https://penyalur-alat-kesehatan.blogspot.com/

https://jualkursirodajakarta.blogspot.com/

Senin, 18 September 2017

Jual Rapid Test Narkoba Monotes | Penyalur Alat Kesehatan

Jual Alat Tes Narkoba Merek MONOTES Murah
Rapid Test Narkoba adalah alat pemeriksaan untuk mengetahui pengguna/ pemakai narkotika dan obat-obatan terlarang serta zat adiktif lainnya melalui screening test urine pasien.

PT. DUMEDPOWER INDONESIA adalah perusahaan penyalur alat kesehatan dan medis yang menjual produk-produk Rapid Test pemeriksaan NARKOBA / NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lain).


Drug Of Abuse Single and Multi Parameter Merek MONOTES
PT. DUMEDPOWER INDONESIA juga dalam pengadaan produk alat rapid test narkoba juga turut mendukung pemerintah dalam program pemberantasan narkoba yang dilaksanakan oleh Kepolisian dan BNN (Badan Narkotika Nasional) dengan tujuan menyelamatkan generasi muda sebagai penerus bangsa dan menghindari akibat-akibat yang disebabkan penyalah gunaan narkoba seperti meningkatnya kejahatan yang disebabkan oleh penyalah gunaan Narkoba, berjangkitnya penyakit-penyakit menular yang berbahaya seperti HIV Aids, Syphilis dan dampak-dampak negatif lain yang dapat disebabkan dari penyalah gunaan narkoba ini yang bisa berakibat pada kematian.

Test Narkoba MONOTES Rapid Test | Penyalur Alat Kesehatan
Sebagai langkah antisipasi terhadap maraknya peredaran narkoba dikalangan masyarakat, sebaiknya sering dilakukan pemeriksaan screening test narkoba secara mendadak dan tiba-tiba baik di tempat-tempat hiburan, sekolah-sekolah, perusahaan-perusahaan pemerintah dan perusahaan-perusahaan swasta termasuk juga rumah sewa/ kontrakan, kos-kosan dan apartemen-apartemen.

Jual Test Narkoba Multi Drug 3,5 dan 6 Parameter MONOTES

Alat rapid tes narkoba ini tersedia di beberapa laboratorium rumah sakit, puskesmas, klinik dan apotek di seluruh Indonesia. Baik yang berbentuk Strip, Cassette/ Device yang terdiri dari single parameter sampai pada multi 3, 5 dan 6 parameter (Multi Drug of Abuse Test) sekaligus yang mencakup pemeriksaan seperti :


1. AMP – Amphetamines ( Shabu-Shabu )2. MOP – Morphine3. THC – Cannabinoids ( Ganja )4. COC – Cocaine / Kokain5. MET – Methamphetamines6. BZO – Benzodiazepines7. BAR – Barbiturates

Kampanye Perang terhadap Narkoba dan genderang perang yang sudah dilakukan ini memang sudah tidak bisa dianggap main-main lagi, semboyan dan moto pemerintah dan keterlibatan masyarakat didalamnya sudah dianggap sebagai suatu keharusan yang mutlak dan sangsi hukuman yang berat seharusnya sudah menjadi keharusan yang wajib dilaksanakan.

Cari Test Narkoba Murah Disini | Penyalur Alat Kesehatan

Aparat Negara dan masyarakat diwajibkan mendukung akan program pemerintah ini tanpa ada pengecualian, dikarenakan korban yang sudah banyak berjatuhan dan rusaknya generasi remaja di Negara ini sudah semakin memperihatinkan. Jadi Mari Kita Selamatkan Generasi Bangsa dengan “Katakan Tidak Pada Narkoba” “Say No To Drug” dan periksakan sedini mungkin apabila ada dari pihak keluarga yang terlihat mencurigakan menggunakan barang haram ini karna “Mencegah Lebih Baik Dari Pada mengobati”.

Test Narkoba Multi Drug 3,5 dan 6 Parameter | Penyalur Alat Kesehatan

Untuk pemesanan dan Informasi harga jual, brosur dan katalog produk alat rapid test narkoba merek Monotest, Akurat, Biosign, Abon, Seratec, Diaspot, Oncoprobe dan lain-lainnya, silahkan menghubungi :Kontak Person : Tn. Elfian EffendiMobile (WhatsApp) : 081315904286 / 082125526000Email : dumedpower@gmail.comTwitter :https://twitter.com/penyaluralkesFacebook :https://facebook.com/prologieztWebsite :https://furniture-rumah-sakit.blogspot.com/https://juknisdakbkkbnblog.blogspot.com/https://juknisdakbkkbnblog.wordpress.com/

Senin, 15 Mei 2017

Poltekkes Kemenkes | Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan RI

Politeknik Kesehatan atau yang biasa disingkat Poltekkes adalah sebuah institusi pendidikan tenaga profesional di bidang kesehatan di bawah naungan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan (Pusdiknakes) Departemen Kesehatan RI membuka dan melaksanakan Pendidikan Kedinasan Bidang Kesehatan baik dalam jenjang Pendidikan Menengah (JPM) seperti Sekolah Perawat Kesehatan (SPK), Sekolah Bidan, Sekolah Menengah Analis Kesehatan (SMAK), Sekolah Pengatur Rawat Gigi (SPRG), dll., maupun Jenjang Pendidikan Tinggi (JPT) seperti Akademi Keperawatan (Akper), Akademi Kebidanan (Akbid), Akademi Kesehatan Lingkungan (AKL) dan Akademi Teknik Elektromedik (ATEM).

Phantum Persalinan Multifungsi DP-066-PP-FB

Phantum Suntik Bokong DP-052-PSB
Phantom Jahit Luka Lengan DP-043-PMT
Sekitar tahun 1989 Sekolah-sekolah Departemen Kesehatan yang tergabung pada Jenjang Pendidikan Menengah (JPM) dikonversi menjadi Jenjang Pendidikan Tinggi (JPT) yang disebut Akademi, seperti Sekolah Perawat dan Sekolah Bidan dikonversi menjadi Akademik Keperawatan dan Akademi Kebidanan, Sekolah Menengah Analis Kesehatan menjadi Akademi Analis Kesehatan, Sekolah Pengatur Rawat Gigi menjadi Akademi Kesehatan Gigi. Sekolah-sekolah Jenjang Pendidikan Menengah (JPM) yang dikonversi menjadi Jenjang Pendidikan Tinggi (JPT) kemungkinan untuk melembaga dirasakan banyak kesulitan, maka salah satu antisipasi yang terbaik pada saat itu agar efektif dan efisien adalah dengan dikembangkan kelembagaannya menjadi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) termasuk diantaranya adalah 13 Akademi Kesehatan menjadi Politeknik Kesehatan.

Konversi tersebut adalah :
1. Akademi Keperawatan menjadi Jurusan Keperawatan.2. Akademi Kebidanan menjadi Jurusan Kebidanan.3. Akademi Kesehatan Lingkungan menjadi Jurusan Kesehatan Lingkungan.4. Akademi Teknik Elektromedik menjadi Jurusan Teknik Elektromedik5. Akademi Kesehatan Gigi menjadi Jurusan Kesehatan Gigi.6. Akademi Analis Kesehatan menjadi Jurusan Analis Kesehatan. Adapun daftar nama-nama POLTEKKES seluruh Indonesia adalah sebagai berikut :
  • Poltekkes Kemenkes Palembang
  • Poltekkes Kebidanan Kemenkes Palembang
  • Poltekkes PiKes Tasikmalaya
  • Poltekkes Kemenkes Mamuju
  • Poltekkes Mamuju
  • Poltekkes Kemenkes Palu
  • Poltekkes HIMA Ankes
  • Poltekkes Kemenkes Banjar Baru
  • Poltekkes Bengkalis
  • Poltekkes Kemenkes Surabaya
  • Poltekkes Mataram
  • Poltekkes Gorontalo
  • Poltekkes Keperawatan Surakarta
  • Poltekkes Bandung
  • Poltekkes Malang
  • Poltekkes D4 KesLing
  • Poltekkes Padang
  • Poltekkes Banten Diesnatalis
  • Poltekkes Yogyakarta
  • Poltekkes Kemenkes Kupang Poltekkes
  • Poltekkes Kendari
  • Poltekkes Jakarta Dua KesLing
  • Poltekkes Ternate
  • Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  • Poltekkes Tanjung Pinang
  • Poltekkes Jambi
  • Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
  • Poltekkes Kupang
  • Poltekkes Denpasar
  • Poltekkes Majapahit
  • Poltekkes Maluku
  • Poltekkes Maranatha Soe
  • Poltekkes Medan Direktorat
  • Poltekkes Manado
  • Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  • Poltekkes Farmasi Palembang
  • Poltekkes Kemenkes Palangkaraya
  • Poltekkes Kemenkes Jakarta III
  • Poltekkes Kemekes Aceh
  • Poltekkes Riau
  • Poltekkes Semarang
  • Poltekkes KesLing Jambi
  • Poltekkes Tanjung Pinang
  • Poltekkes Kemenkes Jakarta I
  • Poltekkes Kemenkes Makasar
  • Poltekkes RS dr. Soepraoen Kesdam V Brawijaya
  • Poltekkes Kemenkes Pontianak, dll.
Produsen dan Distributor Phantum Alat Peraga Kesehatan

PT. DUMEDPOWER INDONESIA adalah produsen dan distributor penyalur alat kesehatan - furniture rumah sakit - boneka phantom alat peraga kesehatan - produk dak BKKBN - bahan habis pakai - laboratorium - radiologi - apotik dan farmasi rumah sakit , dengan wilayah pemasaran sampai keseluruh Indonesia melalui online dan offline.

Untuk pemesanan barang, brosur dan harga jual produk-produk Phantom Alat Peraga Politeknik Kesehatan Jurusan Kebidanan, Keperawatan, Analis Kesehatan, Elektromedik, Kesehatan Gigi, Kesehatan Lingkungan dan Fakultas Kedokteran kami, silahkan menghubungi :

Kontak Person : Tn. Elfian Effendi
Mobile : 082125526000 / 081315904286 Email :dumedpower@yahoo.comdumedpower2008@yahoo.comWebsite :http://penyaluralatkesehatan.com/http://dumedpower.com/http://juknisdakbkkbnblog.wordpress.com/

Selasa, 28 Maret 2017

Kie Kit KKB DAK BKKBN 2019-2020 | Pengadaan BKKBN Tahun Anggaran 2017-2018

Distributor Utama dan Produsen Produk-Produk DAK BKKBN 2019-2020

PT. DUMED POWER INDONESIA adalah Pedagang Penyalur Alat Kesehatan dan Produk-Produk DAK BKKBN Tahun Anggaran 2019-2020 terbaru. Perusahaan kami juga adalah Produsen Pengrajin dan Distributor Utama produk-produk Juknis DAK BKKBN 2019-2020 yang siap membantu rekanan dan mitra didaerah untuk memberikan surat dukungan berikut kelengkapan administrasi lainnya yang dibutuhkan untuk kelengkapan yang diminta oleh panitia pengadaan produk-produk Juknis DAK BKKBN 2019-2020 terbaru.

Kie Kit DAK BKKBN 2019-2020 | Penyalur Alat Kesehatan


KIE KIT KKB terdiri dari dua tas yaitu tas yang berisi KIE Kit dan GenRe Kit. SKPD-KB Kabupaten dan Kota dapat memilih salah satu jenis dan atau keduanya sesuai dengan kebutuhan wilayah masing-masing. Pelaksanaan advokasi, komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) program KKBPK sesuai kearifan budaya lokal.

1. PHANTOM

SPESIFIKASI TEMPAT PERAGA ALAT DAN OBAT KONTRASEPSI KIE KIT
1)  Sampul luar depan
Ukuran      :    A4 (P 29,5 x L 21)
Bahan       :    Plastik PVC (sheet/spon)
Warna       :    Berwarna
Cetak        :    Pad/Silk Screen/Airbrush/Transfer Hot/Offset
Kancing    :    Magnet/Nok
2)  Sampul luar depan terdapat tulisan :
Bagian atas tertulis          :    Peraga Alat dan Obat Kontrasepsi
Terdapat logo institusi      :    Logo BKKBN dan Logo Kabupaten & Kota
Terdapat tulisan                :    Nama SKPD-KB Kabupaten & Kota
Sampul luar belakang      :    Bagian bawah terdapat logo KKB dan tulisan www.bkkbn.go.id
Dalam keadaan terbuka, terdapat display: Bagian dalam kiri dan kanan
Ukuran      :    P. 28,5 cm x L. 20 cm x T. 2 cm
Bahan       :    Plastik PP/PE/PS/PVC/Hi Impact
Cetak        :    Pad/Silk Screen/Airbrush/Transfer Hot/Offset
Warna       :    Berwarna
Sampul kiri terdiri dari       :    IUD (CU.T 380 A) Susuk KB (1 dan 2 batang)
Sisi kanan, terdiri dari        :
–    Obat suntik KB 2 (dua) botol untuk 1 & 3 bulan
–    2 (dua) jenis Pil KB :
Pil kombinasi  adalah  pil yang berisi dua macam hormon   yaitu   astrogen dan progesteron , digunakan untuk ibu yang tidak hamil.
–     Kondom, dua jenis kondom, yaitu biasa dan beraroma
Catatan : Diberi keterangan nama pada bagian atas masing- masing item

ISI CONTOH/DUMMY ALAT DAN OBAT KONTRASEPSI ADA 5 JENIS
1)  IUD :
Copper T
-   Ukuran  :  Disesuaikan dengan ukuran aslinya
-   Bahan   :  Plastik PP/PE/PS/PVC/Hi Impact atau aslinya o   Warna   :  Sama dengan aslinya
2)  KONDOM :
Didisplay 3 (tiga) buah kondom, 1(satu) kondom tidak dengan kemasan, 2 (dua) kondom masih dalam kemasan.
-   Ukuran  :  Disesuaikan dengan ukuran aslinya
-   Bahan   :  Plastik PP/PE/PS/PVC/Hi Impact atau aslinya
-   Warna   :  Sama dengan aslinya
3)  BOTOL SUNTIK KB:
Untuk  3  (tiga)  bulan  1  botol/ampul  dengan  labeling  sesuai dengan aslinya
-   Ukuran  :  Disesuaikan dengan ukuran aslinya
-   Bahan   :  Plastik PP/PE/PS/PVC/Hi Impact atau aslinya
-   Warna   :  Sama dengan aslinya
4)  PIL KB:
Untuk Ibu tidak menyusui didisplay 1 (satu) strip
-   Ukuran  :  Disesuaikan dengan ukuran aslinya
-   Bahan   :  Plastik PP/PE/PS/PVC/Hi Impact atau aslinya
-   Warna   :  Sama dengan aslinya
5)  SUSUK KB:
Didisplay Susuk KB :2 (dua) jenis susuk KB, 1(satu) batang dan 2 (dua) batang
-   Ukuran  :  Disesuaikan dengan ukuran aslinya
-   Bahan   :  Plastik PP/PE/PS/PVC/Hi Impact atau aslinya
-   Warna   :  Sama dengan aslinya
FINISHING:
-  Isi dalam terdapat alat kontrasepsi yang ditempatkan pada cekungan sehingga tidak mudah lepas tetapi dapat dicopot. Dalam cekungan terdapat gambar yang dicetak berwarna sesuai jenis alat kontrasepsi.
-   Penampilan harus menarik dan rapi, kuat, kokoh serta ringan.
-   Tempat peraga bagian dalam sisi kiri–kanan dan sampul luar depan–belakang harus dipress (tidak boleh dilem).

TEMPAT MODEL ALAT PERAGA REPRODUKSI PRIA KIE KIT
1)  Sampul luar depan
Ukuran                           : A4 (P 29,5 x L 21)
Bahan                            : Plastik PVC (sheet/spon)
Warna                            : Berwarna
Cetak  : Pad/ Silk Screen/ Airbrush / Transfer Hot/Offset
Kancing                         : Magnet/Nok
Bagian atas tertulis  : ALAT PERAGA SISTEM REPRODUKSI PRIA
Terdapat logo institusi  : Logo BKKBN& Logo Kabupaten dan Kota
Terdapat tulisan             : Nama SKPD-KB Kabupaten/Kota
2)  Sampul luar belakang        : Bagian bawah terdapat logo KKB dan tulisan www.bkkbn.go.id
3)  Bagian dalam kiri dan kanan
Ukuran  : P. 28,5 cm x L. 20 cm x T. 5 cm (t.1,5 cm sisi kiri, 3,5 cm sisi kanan)
Bahan    : Plastik PP/PE/PS/PVC/Hi Impact
Cetak      : Pad/ Silk Screen/ Airbrush/ Transfer  Hot/ Offset ( untuk keterangan fungsi-fungsi organ)
Warna   : Berwarna
4)  Penis Peraga Untuk Pemasangan Kondom
Ukuran Batang            : T. 16 cm x Diameter 3,5 cm
Ukuran Testis              : Proporsional dg ukuran penis
Bahan                            : Synthetic/Natural Rubber/Sillicon
Warna                            : Berwarna
FINISHING:
- Sisi kiri dalam: isi model Alat Reproduksi Pria berbentuk potongan samping (lateral) berupa 3 dimensi, berbentuk dan berwarna seperti asli. Relief  diberi  keterangan/penjelasan nama masing–masing   organ reproduksi pria.
-   Sisi kanan dalam: berisi model Alat Reproduksi Pria berbentuk potongan depan (frontal), terdapat cekungan ke dalam untuk tempat penis peraga.
-  Bentuk penis peraga harus dalam keadaan tegang sehingga dapat dipergunakan untuk memeragakan sebagai pemasangan kondom.
-   Alat  Peraga  Reproduksi  Pria  dan Penis Peraga harus menjadi satu kesatuan dalam satu tempat.
-   Penampilan harus menarik dan rapi, kuat, kokoh serta ringan.
-   Tempat peraga bagian dalam sisi kiri–kanan dan sampul luar depan–belakang harus dipress (tidak boleh dilem)

TEMPAT MODEL ALAT PERAGA REPRODUKSI WANITA KIE KIT
1)  Sampul luar depan
Ukuran                           : A4 (P 29,5 x L 21)
Bahan                             : Plastik PVC (sheet/spon)
Warna                            : Berwarna
Cetak                              : Pad/ Silk Screen/ Airbrush/ Transfer Hot/Offset
Kancing                          : Magnet/Nok
Bagian atas tertulis       : PERAGA  ALAT  REPRODUKSI WANITA
Terdapat logo institusi : Logo BKKBN& Logo Kabupaten dan Kota
Terdapat tulisan             : Nama SKPD-KB Kabupaten/Kota
2)  Sampul luar belakang        : Bagian bawah terdapat logo KKB dan tulisan www.bkkbn.go.id
3)  Bagian dalam kiri dan kanan
Ukuran          : P. 28,5 cm x L. 20 cm x T. 5 cm (t.1,5 cm sisi kiri, 3,5 cm sisi kanan)
Bahan            : Plastik PP/PE/PS/PVC/Hi Impact
Cetak             : Pad/ Silk Screen/ Airbrush/ Transfer Hot/Offset (untuk keterangan fungsi-fungsi organ)
Warna           : Berwarna
FINISHING:
-  Sisi kiri dalam: isi model Alat Reproduksi Wanita berbentuk potongan samping (lateral) berupa relief 3 dimensi, berbentuk dan berwarna seperti asli. Relief diberi keterangan/ penjelasan nama masing-masing organ reproduksi Wanita.
-   Sisi kanan dalam: berisi model Alat Reproduksi Wanita berbentuk potongan depan (frontal), berupa relief 3 dimensi, berbentuk dan berwarna seperti asli. Relief diberi keterangan nama masing-masing bagian organ reproduksi wanita dan di sediakan lubang untuk memeragakan pemasangan IUD.
-   Penampilan harus menarik dan rapi, kuat, kokoh serta ringan, dan warna harus full colour (berwarna).
-   Tempat peraga bagian dalam sisi kiri–kanan dan sampul luar depan–belakang harus dipress (tidak boleh dilem)

Genre Kit DAK BKKBN 2019-2020 | Penyalur Alat Kesehatan

2. PEMBUATAN VIDEO ANIMASI “3D” KIE KIT
Cover Judul VCD   : ORGAN REPRODUKSI MANUSIA
Sub judul                :   – Alat Reproduksi Pria
                                       – Alat Reproduksi Wanita
                                       – Proses Pembuahan, Pertumbuhan Janin dan Kelahiran
Durasi                    :   10 menit
FINISHING:
-   Dalam video animasi 3D harus diikuti/diisi narasi yang menjelaskan proses terjadinya pembuahan, pertumbuhan janin dan kelahiran serta penjelasan tentang alat reproduksi Pria dan Wanita, dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh masyarakat.
-   Agar dibuat panduan penggunaan/pemutaran VCD.
-   Dalam peng-copy-an untuk setiap 1 (satu) VCD sebanyak 5 kali @
10 menit. Jadi masing-masing VCD berdurasi 50 menit.
-   Tempat VCD harus dibuat cover berwarna dan diberi judul

3. FLIPCHART/LEMBAR BALIK KIE KIT
Flipchart 1, berjudul : ORGAN REPRODUKSI MANUSIA
Terdiri dari 2 sub judul, yaitu :
Bagian 1, judul :    ALAT REPRODUKSI  Pria,  Wanita  dan Payudara)
Ukuran                                      :    A3 (42 x 29,6)
Bahan/isi                                 :    Transparant 170 mikron 4/0 (tidak mudah sobek/rusak) 6 Lembar
Jumlah                                      :    6 lembar
Cover judul dan sub judul     :    4 lembar (bahan Art Karton 230 gram)
Cetak                                          :    Berwarna
Bagian 2, judul :     PROSES PEMBUAHAN DAN PERTUMBUHAN JANIN
Ukuran            :    A3 (42 x 29,6)
Bahan/isi        :    Art Karton 230 gram
Jumlah            :    6 lembar
Cover judul  :    Transparant 170 mikron dan sub judul
Cetak              :    Berwarna
Finishing
Kaki                :    Strawboard 30 laminating Linen Hitam
Jilid                 :    Spiral Kawat
Cover Depan :
Bagian atas terdapat logo KKB Bagian bawah terdapat logo BKKBN dan Logo Kabupaten & kota serta tulisan nama SKPD-KB kabupaten & kota Terdapat tulisan DAK sub bidang KB Tahun 20.. (sesuai tahun pengadaan)
Flipchart 2, berjudul :  ALAT, OBAT DAN METODE KONTRASEPSI
Terdiri dari 2 sub judul, yaitu :
Bagian1, judul :    ALAT DAN OBAT KONTRASEPSI
Bahan/isi        :    A3 (42 x 29,6)Art Karton 230 gram
Jumlah            :    6 lembar
Cover              :    1 lembar
Cetak              :    Berwarna
Bagian 2, judul :     KB PASCA PERSALINAN DAN PASCA KEGUGURAN
Bahan/isi        :    A3 (42 x 29,6)Art Karton 230 gram
Jumlah            :    6 lembar
Cover              :    Transparant 170 mikron
Cetak              :    Berwarna
Finishing
Kaki                :    Strawboard 30 laminating Linen Hitam
Jilid                 :    Spiral Kawat
Cover Depan :
Bagian atas terdapat logo KKB Bagian bawah terdapat logo BKKBN dan Logo Kabupaten & kota serta tulisan nama SKPD-KB kabupaten & kota Terdapat tulisan DAK sub bidang KB Tahun 2019-2020 (sesuai tahun pengadaan)
Flipchart 3, berjudul : PERAWATAN,   PENGASUHAN   DAN PERKEMBANGAN BALITA
Ukuran                  :    A3 (42 x 29,6)
Bahan/isi              :    Art Karton 230 gram
Jumlah                  :    12 lembar
Cover                    :    1 lembar
Cetak                    :    Berwarna
Finishing
Kaki                      :    Strawboard 30 laminating Linen Hitam
Jilid                       :    Spiral Kawat
Cover Depan       :    Bagian atas terdapat logo KKB Bagian bawah terdapat logo BKKBN dan Logo Kabupaten & kota serta tulisan nama SKPD-KB kabupaten&kota Terdapat tulisan DAK sub bidang KB tahun pengadaan 2019-2020
Flipchart 4, berjudul :  PERAN ORANG TUA,  LINGKUNGAN DAN PERKEMBANGAN REMAJA
Terdiri dari 3 sub judul, yaitu:
Bagian 1, judul : ORANG TUA SAHABAT REMAJA
Ukuran             :    A3 (42 x 29,6)
Bahan/isi        :    Art Karton 230 gram
Jumlah            :    5 lembar
Cover                :    Transparant 170 mikron
Cetak                :    Berwarna
Bagian 2, judul :   NAPZA
Ukuran             :    A3 (42 x 29,6)
Bahan/isi        :    Art Karton 230 gram
Jumlah             :    3 lembar
Cover                :    Transparant 170 mikron
Cetak                :    Berwarna
Bagian 3, judul : LINGKUNGAN KELUARGA KECIL BAHAGIA SEAHTERA BERKUALITAS
Ukuran            :    A3 (42 x 29,6)
Bahan/isi       :    Art Karton 230 gram
Jumlah            :    5 lembar
Cover                :    Transparant 170 mikron
Cetak                :    Berwarna
Finishing
Kaki        :    Strawboard 30 laminating Linen Hitam
Jilid        :    Spiral Kawat
Cover Depan :
Bagian atas terdapat logo KKB Bagian bawah terdapat logo BKKBN dan Logo Kabupaten & kota serta tulisan nama SKPD-KB kabupaten & kota
Flipchart 5, berjudul :  MASALAH KESEHATAN REPRODUKSI
Ukuran                  : A3 (42 x 29,6)
Bahan/isi              :    Art Karton 230 gram
Jumlah                  :    26 lembar
Cover                    :    1 lembar
Cetak                    :    Berwarna
Finishing
-   Kaki                      :    Strawboard 30 laminating Linen Hitam
-   Jilid                       :    Spiral Kawat
COVER DEPAN         :
Bagian atas terdapat logo KKB Bagian bawah terdapat logo BKKBN dan Logo Kabupaten & kota serta tulisan nama SKPD-KB kabupaten & kota

Sarana PPKBD Sub PPKBD BKKBN 2019-2020 | Penyalur Alat Kesehatan

4. TAS ALAT PERAGA KIE KIT
Ukuran minimal     : Dimensi 33 cm x 50 cm (bervariasi)
Bahan                         :    Pollyester D. 1680
Warna                        :    Hitam
Penampilan         :   –    Harus  kuat,  tidak  mudah  sobek  dan anti/tahan air (water resistant)
                                      –    Ada  pembatas  antara  tempat  flipchart (lembar balik) dengan phantom, alat peraga kontrasepsi dan DVD
                                      –    Bagian  dalam  tas  dilapisi  bahan  yang tidak mudah sobek/rusak.
FINISHING
-   Rirtzleting, dari bahan yang kuat dan tidak mudah putus.
-   Terdapat tulisan KIE Kit Tahun Anggaran 2019-2020 ( (tahun pengadaan) (Bordir/berwarna Biru), Logo BKKBN dan logo kabupaten dan kota serta nama SKPD-KB (Bordir/Berwarna Biru)
-   Handle/pegangan tas terbuat dari bahan rubber.

5. BOX COVER KIE KIT
Ukuran      :    (P) 43-46 cm x (L) 31-32 cm x (T) 9-11 cm
Sistem      :    Injection Moulding (Press)
Bahan       :    Polypropilene (PP)
Warna       :    Biru
Model       :    Locking dan Unlocking
Terdapat “Logo BKKBN dan Tulisan KIE KIT”

6. ALAT BANTU KONSELING BER-KB KIE KIT
Spesifikasi teknis :
Ukuran                : 34 x 24.5 cm Jumlah halaman  : 36 Halaman
Bahan                 : Art Carton 260 gr
Cetak isi              : 4/4 Colour
Cetak cover         : Logo BKKBN dan Logo Kab/Kota serta SKPD
Tatakan               : Penopang Board No. 30 (sebelum dilipat), Lapis Kain Linen
Finishing             : Laminating Glossy 2 muka, Spiral warna putih + plastic pembungkus 

Bed Obgyn DAK BKKBN 2019-2020| Penyalur Alat Kesehatan


Untuk informasi mengernai daftar harga jual, brosur, spesifikasi dan kelengkapan administrasi KIE KIT KKB DAK BKKBN 2019-2020 terbaru yang dibutuhkan, silahkan menghubungi : 

Kontak Person : Tn. Elfian Effendi, Mobilephone (WhatsApp) : 081315904286 / 082125526000 Email : dumedpower@gmail.com, dumedpower@yahoo.com

Lemari Alkon BKKBN 2019-2020 Terbaru

Minggu, 12 Maret 2017

Jual Lansia Kit BKKBN 2019 | Posyandu Pelayanan Kesehatan Lansia

Lansia Kit BKKBN 2019 | Posyandu Pelayanan Kesehatan Lansia 
Keadaan masyarakat Indonesia yang beragam sangat dipengaruhi oleh perkembangan masyarakat dari usia dini.  Pemerintah telah memperhatikan kelangsungan pekembangan usia dini ini dengan mengoptimalkan berbagai bentuk pengembangan di usia muda, seperti peningkatan mutu pendidikan, pengembangan pola-pola intelektual, pola pendidikan moral dan banyak aspek lainnya. Hal ini tentu saja menggembirakan, meskipun tidak bisa menjadi jaminan bahwa upaya tersebut dapat meningkatkan kualitas generasi selanjutnya.

Begitu besar perhatian pemerintah kepada generasi muda, dengan harapan akan membuat bangsa ini menjadi baik. Pemerintah begitu intens memfokuskan pengembangan dan perbaikan pada anak-anak dan remaja, sesungguhnya melupakan keberadaan para lansia. Lansia sesungguhnya memiliki hak untuk mendapatkan apresiasi yang sama dengan usia produktif lainnya. Meskipun telah ada undang-undang yang difokuskan pada lansia yaitu UU No. 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, tetap saja para lansia ini menjadi hal yang terabaikan.

Lansia sering dianggap sebagai golongan yang lemah, tetapi sesungguhnya lansia memiliki peran yang berarti bagi masyarakat. Lansia memiliki penalaran moral yang bagus untuk generasi dibawahnya. Lansia memiliki semacam gairah yang tinggi karena secara alami, manusia akan cenderung memanfaatkan masa-masa akhirnya secara optimal untuk melakukan pewarisan nilai dan norma. Hal ini justru mempermudah kita untuk membina moral anak-anak.

Namun sebelum kita merasakan keberadaan lansia yang sebenarnya dapat membantu pembelajaran moral ini, kita senantiasa menganggap bahwa lansia adalah simbol yang merepotkan dan kurang kontribusi. Hal ini dikarenakan kita sendiri kurang mengapresiasi para lansia tersebut, sehingga tidak jarang para lansia itu terlantar meskipun mempunyai keluarga. Banyak keluarga yang karena kesibukannya terkesan melalaikan orang tua dan memasukkannya ke panti jompo (Hardin and Hudson, 2005).

Masa lanjut usia adalah masa dimana individu dapat merasakan kesatuan, integritas, dan refleksi dari kehidupannya. Jika tidak, ini akan menimbulkan ketimpangan dan bahkan dapat mengakibatkan patologis, semacam penyakit kejiwaan (Latifah, 2010). Jika ini terjadi maka keadaan masyarakat juga terganggu, dimana lansia sebagai penguat transformator nilai dan norma berkurang, baik secara kualitas dan kuantitas.

Banyak contoh yang terjadi dimasyarakat kita, dimana lansia berlaku yang kurang sopan atau bahkan kurang beradab sehingga secara tidak langsung akan mengganggu ketentraman kehidupan bermasyarakat. Lansia di Indonesia, menurut Depkomindo 2010, pada tahun 2008 berjumlah 23 juta orang, sedangkan lansia yang terlantar mencapai 1,7 juta sampai 2 juta orang.

Dari berbagai kejadian yang ada, kita harusnya sadar bahwa sudah saatnya kita mengapresiasi para lansia dengan bersikap adil, yang tidak dapat disamakan dengan perlakuan kita terhadap anak-anak dan para remaja. Kita seharusnya mempunyai mekanisme untuk memberdayakan lansia sesuai dengan umur mereka, membantunya melalui tahap perkembangan, dan menyertakannya dalam proses transformasi pendidikan moral. Dengan demikian mereka tidak merasa terabaikan.

Seiring dengan meningkatnya populasi lansia, pemerintah telah berusaha merumuskan berbagai kebijakan untuk usia lanjut tersebut, terutamanya pelayanan dibidang kesehatan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan lansia untuk mencapai masa tua yang bahagia dan berdaya guna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sesuai dengan keberadaannya.

Wujud dari usaha pemerintah ini adalah dicanangkannya pelayanan bagi lansia melalui beberapa jenjang yaitu pelayanan kesehatan ditingkat masyarakat adalah Posyandu Lansia. Pelayanan kesehatan lansia tingkat dasar adalah Puskesmas, dan pelayanan tingkat lanjutan adalah Rumah Sakit.

Dengan demikian, posyandu lansia sangat kita perlukan, dimana posyandu lansia ini dapat membantu lansia sesuai dengan kebutuhannya dan pada lingkungan yang tepat, sehingga para lansia tidak merasa lagi terabaikan didalam masyarakat.

Lansia Kit DAK BKKBN 2019 Terbaru
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian
Lanjut Usia (Lansia)
Menurut UU No. 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, pengertian lanjut usia (lansia) adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Keadaan ini dibagi menjadi dua, yaitu Lanjut Usia Potensial dan Lanjut Usia Tidak Potensial.
Lanjut Usia Potensial adalah lanjut usia yang masih mampu melakukan pekerjaan dan atau kegiatan yang dapat menghasilkan barang dan/ jasa, sedangkan Lanjut Usia Tidak Potensial adalah lanjut usia yang tidak berdaya mencari nafkah sehingga hidupnya bergantung pada bantuan orang lain.

Sedangkan WHO menggolongkan lanjut usia menjadi empat, yaitu
Ø Usia Pertengahan (middle age) : umur 45-59 tahun
Ø Lanjut Usia (elderly) : umur 60-74 tahun
Ø Lanjut Usia Tua (old) : umur 75-90 tahun
Ø Usia Sangat Tua (very old) : umur diatas 90 tahun
Ø Departemen Kesehatan RI menggolongkan lanjut usia menjadi tiga kelompok, yaitu
Ø Kelompok Lansia Dini (55-64 tahun), merupakan kelompok yang baru memasuki lansia
Ø Kelompok Lansia (65 tahun ke atas)
Ø Kelompok Lansia resiko tinggi yaitu lansia yang berusia lebih dari 70 tahun

Lansia merupakan istilah tahap akhir dari proses penuaan. Dalam mendefinisikan batasan penduduk lanjut usia menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional ada tiga aspek yang perlu dipertimbangkan yaitu : aspek biologis, aspek ekonomi dan aspek sosial (Wijayanti, 2008).

Secara biologis, penduduk yang disebut lansia adalah penduduk yang mengalami proses penuaan secara terus-menerus, yang ditandai dengan menurunnya daya tahan fisik yaitu semakin rentan terhadap serangan penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Hal ini disebabkan karena terjadinya perubahan dalam struktur sel, jaringan, serta sistem organ.

Secara ekonomi, lansia dipandang sebagai beban dari pada sebagai sumber daya. Banyak yang beranggapan bahwa kehidupan masa tua tidak lagi memberikan manfaat, bahkan ada yang beranggapan bahwa kehidupan masa tua, seringkali dipersepsikan negatif, sebagai beban keluarga dan masyarakat. Sedangkan secara sosial, lansia merupakan satu kelompok sosial sendiri. Dinegara barat, lansia menempati strata sosial dibawah kaum muda, sedangkan di Indonesia, lansia menduduki kelas sosial yang tinggi yang harus dihormati oleh warga muda (Wijayanti, 2008).

Posyandu Lansia
Posyandu Lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut disuatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.

Posyandu lansia merupakan pengembangan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan kesehatan bagi lansia yang penyelenggaraannya melalui program Puskesmas dengan melibatkan peran serta para lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial dalam penyelenggaraannya (Erfandi, 2008).

Posyandu juga merupakan wadah kegiatan berbasis masyarakat untuk bersama-sama menghimpun seluruh kekuatan dan kemampuan masyarakat untuk melaksanakan, memberikan serta memperoleh informasi dan pelayanan sesuai kebutuhan dalam upaya peningkatan status gizi masyarakat secara umum (Henniwati, 2008).

Menurut Departemen Kesehatan RI (2005), posyandu lansia adalah suatu bentuk keterpaduan pelayanan kesehatan terhadap lansia ditingkat desa/ kelurahan dalam masing-masing wilayah kerja puskesmas. Keterpaduan dalam posyandu lansia berupa keterpaduan pada pelayanan yang dilatar belakangi oleh kriteria lansia yang memiliki berbagai macam penyakit. Dasar pembentukan posyandu lansia adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama lansia.

Tujuan Posyandu Lansia
Ø  Menurut Erfandi (2008), Tujuan Posyandu Lansia secara garis besar adalah
Ø  Meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia dimasyarakat, sehingga terbentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lansia.
Ø  Mendekatkan pelayanan dan meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta dalam pelayanan kesehatan, disamping meningkatkan komunikasi antara masyarakat usia lanjut.
Manfaat Posyandu Lansia
Manfaat dari posyandu lansia adalah pengetahuan lansia menjadi meningkat, yang menjadi dasar pembentukan sikap dan dapat mendorong minat atau motivasi mereka untuk selalu mengikuti kegiatan posyandu lansia sehingga lebih percaya diri dihari tuanya.

Sasaran Posyandu Lansia
Sasaran posyandu lansia adalah :
Ø  Sasaran langsung, yaitu kelompok pra usia lanjut (45-59 tahun), kelompok usia lanjut (60 tahun ke atas), dan kelompok usia lanjut dengan resiko tinggi (70 tahun ke atas).
Ø  Sasaran tidak langsung, yaitu keluarga dimana lansia berada, organisasi sosial yang bergerak dalam pembinaan usia lanjut, masyarakat luas (Departemen Kesehatan RI, 2006).
Ø  Kegiatan Posyandu Lansia
Ø  Bentuk pelayanan pada posyandu lansia meliputi pemeriksaan kesehatan fisik dan mental emosional, yang dicatat dan dipantau dengan Kartu Menuju Sehat (KMS) untuk mengetahui lebih awal penyakit yang diderita atau ancaman masalah kesehatan yang dialami. Beberapa kegiatan pada posyandu lansia adalah :
Ø  Pemeriksaan aktivitas kegiatan sehari-hari meliputi kegiatan dasar dalam kehidupan, seperti makan/minum, berjalan, mandi, berpakaian, naik turun tempat tidur, buang air besar/kecil dan sebagainya.
Ø  Pemeriksaan status mental. Pemeriksaan ini berhubungan dengan mental emosional dengan menggunakan pedoman metode 2 (dua ) menit
Ø  Pemeriksaan status gizi melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan dan dicatat pada grafik indeks masa tubuh (IMT).
Ø  Pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter dan stetoskop serta    penghitungan denyut nadi selama satu menit.
Ø  Pemeriksaan hemoglobin menggunakan talquist, sahli atau cuprisulfat
Ø  Pemeriksaan adanya gula dalam air seni sebagai deteksi awal adanya penyakit gula (diabetes mellitus)
Pemeriksaan adanya zat putih telur (protein) dalam air seni sebagai deteksi awal adanya penyakit ginjal.

Pelaksanaan rujukan ke Puskesmas bilamana ada keluhan dan atau ditemukan kelainan pada pemeriksaan butir-butir diatas.

Penyuluhan Kesehatan, biasa dilakukan didalam atau diluar kelompok dalam rangka kunjungan rumah dan konseling kesehatan dan gizi sesuai dengan masalah kesehatan yang dihadapi oleh individu dan kelompok usia lanjut.

Kunjungan rumah oleh kader disertai petugas bagi kelompok usia lanjut yang tidak dating, dalam rangka kegiatan perawatan kesehatan masyarakat.

Selain itu banyak juga posyandu lansia yang mengadakan kegiatan tambahan seperti senam lansia, pengajian, membuat kerajian ataupun kegiatan silaturahmi antar lansia. Kegiatan seperti ini tergantung dari kreasi kader posyandu yang bertujuan untuk membuat lansia beraktivitas kembali dan berdisiplin diri.

Mekanisme Pelayanan Posyandu Lansia
Mekanisme pelayanan Posyandu Lansia tentu saja berbeda dengan posyandu balita pada umumnya. Mekanisme pelayanan ini tergantung pada mekanisme dan kebijakan pelayanan kesehatan di suatu wilayah penyelenggara. Ada yang menyelenggarakan posyandu lansia ini dengan sistem 5 meja seperti posyandu balita, ada pula yang hanya 3 meja. 3 meja tersebut meliputi :
–      Meja I : pendaftaran lansia, pengukuran dan penimbangan berat badan dan atau tinggi badan.
–      Meja II : melakukan pencatatan berat badan, tinggi badan dan index massa tubuh (IMT); juga pelayanan kesehatan seperti pengobatan sederhana dan rujukan kasus.
–      Meja III : melakukan kegiatan konseling atau penyuluhan, dapat juga dilakukan pelayanan pojok gizi.

Produsen dan Distributor Produk DAK BKKBN 2019
Masalah kesehatan pada Lansia
Masalah kesehatan pada lansia tentu saja berbeda dengan jenjang umur yang lain karena pada penyakit pada lansia merupakan gabungan dari kelainan-kelainan yang timbul akibat penyakit dan proses menua yaitu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti sel serta mempertahankan struktur dan fungsi normalnya, sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita.

Dr. Purma Siburian Sp PD, pemerhati masalah kesehatan pada lansia menyatakan bahwa ada 14 I yang menjadi masalah kesehatan pada lansia, yaitu :
Immobility (kurang bergerak), dimana meliputi gangguan fisik, jiwa dan faktor lingkungan sehingga dapat menyebabkan lansia kurang bergerak. Keadaan ini dapat disebabkan oleh gangguan tulang, sendi dan otot, gangguan saraf dan penyakit jantung.

Instability (tidak stabil/ mudah jatuh), dapat disebabkan oleh faktor intrinsik (yang berkaitan dengan tubuh penderita), baik karena proses menua, penyakit maupun ekstrinsik (yang berasal dari luar tubuh) seperti obat-obatan tertentu dan faktor lingkungan. Akibatnya akan timbul rasa sakit, cedera, patah tulang yang akan membatasi pergerakan. Keadaan ini akan menyebabkan gangguan psikologik berupa hilangnya harga diri dan perasaan takut akan terjadi.

Incontinence (buang air) yaitu keluarnya air seni tanpa disadari dan frekuensinya sering. Meskipun keadaan ini normal pada lansia tetapi sebenarnya tidak dikehendaki oleh lansia dan keluarganya. Hal ini akan membuat lansia mengurangi minum untuk mengurangi keluhan tersebut, sehingga dapat menyebabkan kekurangan cairan.

Intellectual Impairment (gangguan intelektual/ dementia), merupakan kumpulan gejala klinik yang meliputi gangguan fungsi intelektual dan ingatan yang cukup berat sehingga menyebabkan terganggunya aktivitas kehidupan sehari-hari.

Infection (infeksi), merupakan salah satu masalah kesehatan yang penting pada lansia, karena sering didapati juga dengan gejala tidak khas bahkan asimtomatik yang menyebabkan keterlambatan diagnosis dan pengobatan.

Impairment of vision and hearing, taste, smell, communication, convalencence, skin integrity (gangguan panca indera, komunikasi, penyembuhan dan kulit), merupakan akibat dari proses menua dimana semua panca indera berkurang fungsinya, demikian juga pada otak, saraf dan otot-otot yang dipergunakan untuk berbicara, sedangkan kulit menjadi lebih kering, rapuh dan  mudah rusak dengan trauma yang minimal.

Impaction (konstipasi=sulit buang air besar), sebagai akibat dari kurangnya gerakan, makanan yang kurang mengandung serat, kurang minum, dan lainnya.

Isolation (depresi), akibat perubahan sosial, bertambahnya penyakit dan berkurangnya kemandirian sosial. Pada lansia, depresi yang muncul adalah depresi yang terselubung, dimana yang menonjol hanya gangguan fisik saja seperti sakit kepala, jantung berdebar-debar, nyeri pinggang, gangguan pecernaan, dan lain-lain.

Inanition (kurang gizi), dapat disebabkan karena perubahan lingkungan maupun kondisi kesehatan. Faktor lingkungan dapat berupa ketidaktahuan untuk memilih makanan yang bergizi, isolasi sosial (terasing dari masyarakat), terutama karena kemiskinan, gangguan panca indera; sedangkan faktor kesehatan berupa penyakit fisik, mental, gangguan tidur, obat-obatan, dan lainnya.

Impecunity (tidak punya uang), semakin bertambahnya usia, maka kemampuan tubuh untuk menyelesaikan suatu pekerjaan akan semaki berkurang, sehingga jika tidak dapat bekerja maka tidak akan mempunyai penghasilan.

Iatrogenesis (penyakit akibat obat-obatan), sering dijumpai pada lansia yang mempunyai riwayat penyakit dan membutuhkan pengobatan dalam waktu yang lama, jika tanpa pengawasan dokter maka akan menyebabkan timbulnya penyakit akibat obat-obatan.

Insomnia (gangguan tidur), sering dilaporkan oleh lansia, dimana mereka mengalami sulit untukmasuk dalam proses tidur, tidur tidak nyenyak dan mudah terbangun, tidur dengan banyak mimpi, jika terbangun susah tidur kembali, terbangun didini hari-lesu setelah bangun di pagi hari.

Immune deficiency (daya tahan tubuh menurun), merupakan salah satu akibat dari prose menua, meskipun terkadang dapat pula sebagai akibat dari penyakit menahun, kurang gizi dan lainnya.

Impotence (impotensi), merupakan ketidakmampuan untuk mencapai dan atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk melakukan senggama yang memuaskan yang terjadi paling sedikit 3 (tiga) bulan. Hal ini disebabkan karena terjadi hambatan aliran darah ke dalam alat kelamin sebagai adanya kekakuan pada dinding pembuluh darah, baik karena proses menua atau penyakit.
Data penyakit lansia di Indonesia (umumnya pada lansia berusia lebih dari 55 tahun) adalah sebagai berikut:
–      Penyakit Cardiovascular
–      Penyakit otot dan persendian
–      Bronchitis, asma dan penyakit respirasi lainnya
–      Penyakit pada mulut, gigi dan saluran cerna
–      Penyakit syaraf
–      Infeksi kulit
–      Malaria
–      Lain-lain
(Anonim, 2008)

Perusahaan Penyedia dan Pendukung Lelang tender BKKBN 2019
Kader Posyandu
Kader posyandu, menurut Departemen Kesehatan RI (2006) adalah seseorang atau tim sebagai pelaksana posyandu yang berasal dari dan dipilih oleh masyarakat setempat yang memenuhi ketentuan dan diberikan tugas serta tanggung jawab untuk pelaksanakan, pemantauan, dan memfasilitasi kegiatan lainnya (Henniwati, 2008).

Penilaian Keberhasilan Upaya Pembinaan Lansia melalui Posyandu Lansia
Menurut Henniwati (2008), penilaian keberhasilan pembinaan lansia melalui kegiatan pelayanan kesehatan di posyandu, dilakukan dengan menggunakan data pencatatan, pelaporan, pengamatan khusus dan penelitian. Keberhasilan tersebut dapat dilihat dari :
–      Meningkatnya sosialisasi masyarakat lansia dengan berkembangnya jumlah orang masyarakat lansia dengan berbagai aktivitas pengembangannya
–      Berkembangnya jumlah lembaga pemerintah atau swasta yang memberikan pelayanan kesehatan bagi lansia
–      Berkembangnya jenis pelayanan konseling pada lembaga
–      Berkembangnya jangkauan pelayanan kesehatan bagi lansia
–      Penurunan daya kesakitan dan kematian akibat penyakit pada lansia

PERMASALAHAN DAN PEMBAHASAN
Kendala yang dihadapi dalam penyelenggaraan posyandu lansia, seperti yang dikutip dari blog puskesmas-oke, antara lain:
Umumnya lansia tidak mengetahui keberadaan dan manfaat dari posyandu lansia. Hal ini dapat diatasi dengan penyuluhan atau sosialisasi tentang keberadaan dan manfaat posyandu lansia, sehingga mendorong lansia untuk datang dan merasakan sendiri manfaat dari keberadaan posyandu lansia.

Dengan menghadiri kegiatan posyandu, lansia akan mendapatkan penyuluhan tentang bagaimana cara hidup sehat dengan segala keterbatasan atau masalah kesehatan yang melekat pada mereka. Dengan pengalaman ini, pengetahuan lansia menjadi meningkat, yang menjadi dasar pembentukan sikap dan dapat mendorong minat atau motivasi mereka untuk selalu mengikuti kegiatan posyandu lansia
Jarak rumah dengan lokasi posyandu lansia jauh atau sulit dijangkau.
Jarak posyandu yang dekat akan membuat lansia mudah menjangkau posyandu tanpa harus mengalami kelelahan atau kecelakaan fisik karena penurunan daya tahan atau kekuatan fisik tubuh. Kemudahan dalam menjangkau lokasi posyandu ini berhubungan dengan faktor keamanan atau keselamatan bagi lansia. Jika lansia merasa aman atau merasa mudah untuk menjangkau lokasi posyandu tanpa harus menimbulkan kelelahan atau masalah yang lebih serius, maka hal ini dapat mendorong minat atau motivasi lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu. Dengan demikian, keamanan ini merupakan faktor eksternal dari terbentuknya motivasi untuk menghadiri posyandu lansia.

Kurangnya dukungan keluarga untuk mengantar maupun mengingatkan lansia untuk datang ke posyandu lansia. Dukungan keluarga sangat berperan dalam mendorong minat atau kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu lansia. Keluarga bisa menjadi motivator kuat bagi lansia apabila selalu menyediakan diri untuk mendampingi atau mengantar lansia ke posyandu, mengingatkan lansia jika lupa jadwal posyandu, dan berusaha membantu mengatasi segala permasalahan bersama lansia.

Keluarga, bagi lansia merupakan sumber kepuasan. Data yang diambil oleh Henniwati (2008) terhadap lansia berusia 50, 60 dan 70 tahun di Kelurahan Jambangan, menyatakan mereka ingin tinggal ditengah-tengah keluarga. Mereka tidak ingin tinggal di Panti Werdha. Para lansia merasa bahwa kehidupan mereka sudah lengkap, yaitu sebagai orang tua dan juga sebagai kakek dan nenek, akan tetapi keluarga juga dapat menjadi frustasi bagi lansia. Hal ini terjadi jika ada hambatan komunikasi antara lansia dengan anak atau cucu, dimana perbedaan faktor generasi memegang peranan.

Ada juga lansia yang mempunyai kemandirian yang tinggi untuk hidup sendiri karena keinginan untuk hidup tanpa merepotkan orang lain. Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wijayanti (2007) pada lansia dilingkungan RW V Kelurahan Payung Kecamatan Banyumanik Semarang.

Sikap yang kurang baik terhadap petugas posyandu
Penilaian pribadi atau sikap yang baik terhadap petugas merupakan dasar atas kesiapan atau kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu.

Dengan sikap yang baik tersebut, lansia cenderung untuk selalu hadir atau mengikuti kegiatan yang diadakan di posyandu lansia. Hal ini dapat dipahami karena sikap seseorang adalah suatu cermin kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu obyek. Kesiapan merupakan kecenderungan potensial untuk bereaksi dengan cara-cara tertentu apabila individu dihadapkan pada stimulus yang menghendaki adanya suatu respons.

Genre Kit BKKBN 2019 | Juknis DAK BKKBN Blog
Kader Posyandu Lansia
Wahyuna (2008) melakukan penelitian kader di Posyandu Lansia wilayah kerja Puskesmas Ngawi. Kader-kader tersebut hanya bertugas mencatat dan mengurusi masalah konsumsi saja, selain itu kader juga bekerja tergantung perintah petugas kesehatan tanpa ada pelatihan lebih lanjut sehingga peran kader dalam kegiatan tersebut belum optimal.

Kader juga harus mampu berkomunikasi dengan efektif, baik dengan individu atau kelompok maupun masyarakat, kader juga harus dapat membina kerjasama dengan semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan posyandu, serta untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan lansia pada hari buka posyandu yaitu pendaftaran, penimbangan, pencatatn/ pengisian KRS, penyuluhan dan pelayanan kesehatan sesuai kewenangannya dan pemberian PMT, serta dapat melakukan rujukan jika diperlukan (Departemen Kesehatan RI, 2006).

Untuk meningkatkan citra diri kader, maka harus dipehatikan  dalam hal sebagai berikut:
–      Meningkatkan kualitas diri sebagai seorang yang dianggap masyarakat, yang dapat memberi informasi terkini tentang kesehatan
–      Melengkapi diri dengan keterampilan yang memadai dalam pelayanan di Posyandu
–      Membuat kesan pertama yang baik dan memperhatikan citra yang positif
–      Menetapkan dan memutuskan perhatian secara cermat pada kebutuhan masyarakat
–      Menampilkan diri sebagai bagian dari anggota masyarakat itu sendiri
–      Mendorong keinginan masyarakat untuk datang ke Posyandu
(Departemen Kesehatan RI, 2006)

Kie Kit BKKBN 2019 | Penyalur Alat Kesehatan
KESIMPULAN
Posyandu lansia merupakan wadah terpadu untuk para lansia dimasa tuanya karena pada usia lanjut seperti ini, kondisi para lansia umumnya mempunyai fisik yang relatif lemah dan kesepian, perlu berkumpul dan saling mengawasi sehingga tidak merasa kesepian dan terabaikan.

Manfaat yang dirasakan dengan adanya posyandu lansia ini bukan hanya dirasakan oleh lansia tetapi juga oleh keluarga dan lingkungan dimana lansia tersebut tinggal. Posyandu lansia dapat membantu lansia untuk menyesuaikan diri dalam perubahan fase kehidupannya sehingga menjadi pribadi yang mandiri sesuai dengan keberadaannya.

Banyak kendala yang ditemui dalam menggerakkan posyandu lansia tetapi kendala tersebut akan dapat diatasi dengan kerja sama semua pihak, yaitu pemerintah pusat, daerah, pihak swasta dan seluruh elemen masyarakat.

Sarana PLKB dan PPKBD BKKBN 2019
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2008. Kesehatan Lansia di Indonesia. http://subhankadir.files.wordpress.com
Defkominfo. 2010. Berita Pemerintahan. www.defkominfo.com
Departemen Kesehatan RI. 2005 dalam Henniwati. 2008. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lanjut Usia di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Aceh Timur [tesis]. Medan: Program Pasca Sarjana, Universitas Sumatera Utara. USU e-Repository @2009.
Departemen Kesehatan RI. 2006 dalam Henniwati. 2008. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lanjut Usia di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Aceh Timur [tesis]. Medan: Program Pasca Sarjana, Universitas Sumatera Utara. USU e-Repository @2009.
Departemen Kesehatan RI. 2007 dalam Henniwati. 2008. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lanjut Usia di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Aceh Timur [tesis]. Medan: Program Pasca Sarjana, Universitas Sumatera Utara. USU e-Repository @2009.
Departemen Kesehatan RI. 2008 dalam Henniwati. 2008. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lanjut Usia di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Aceh Timur [tesis]. Medan: Program Pasca Sarjana, Universitas Sumatera Utara. USU e-Repository @2009.
Erfandi. 2008. Pengelolaan Posyandu Lansia.
http://puskesmas-oke.blogspot.com.
Hardin, Eugene and Hudson, Alia Khan. 2005. Elder Abuse-“Society’s Dilemma”. Journal of The National Medical Association. Vol 97, No 1 Jan 2005. p : 91-94
Henniwati. 2008. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lanjut Usia di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Aceh Timur [tesis]. Medan: Universitas Sumatera Utara. USU e-Repository @2009.
Latifah, Nurul. 2010. Urgensi Posyandu Lansia. http://bataviase.co.id.
Siburian, Pirma. 2007. Empat Belas Masalah Kesehatan Utama pada Lansia. http://waspada.com.
UU RI Nomor 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia
UU RI Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan
Wahyuna, Adam Wisudiyanto. 2008. Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Posyandu Lansia terhadap Pengetahuan dan Sikap Kader dalam Pemberian Pelayanan di Posyandu Lansia Wilayah Kerja Puskesmas Kauman Ngawi [skripsi]. Surakarta: Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Wijayanti. 2007. Hubungan kualitas fisik dan Lingkungan dengan Pola Kehidupan Lansia di Kelurahan Pudak Payung Kecamatan Banyumanik, Semarang. Jurnal Ilmiah Perancangan Kota dan Pemukiman. Enclosure. Vol 6 No 1 Maret 2007
Wijayanti. 2008. Hubungan Kondisi Fisik RTT Lansia Terhadap Kondisi Sosial Lansia di RW 03 RT 05 Kelurahan Tegal Sari Kecamatan Candi Sari. Jurnal Ilmiah Perancangan Kota dan Pemukiman. Enclosure. Vol 7 Maret 2008.
Dikutip dari :
Makalah Ilmu Kesehatan Masyarakat
SEKOLAH PASCA SARJANA
FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2010
SITI KHADIJAH : B251100174

Implant Removal Kit BKKBN 2019 | Penyalur Alat Medis
PT. DUMEDPOWER INDONESIA adalah Produsen dan Distributor Utama pengadaan produk-produk Juknis DAK BKKBN 2016, selain itu kami juga membantu para peserta tender pengadaan produk DAK BKKBN 2018 maupun PL (Penunjukan Langsung) untuk kelengkapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan para peserta tender pengadaan maupun PL seperti : Surat Dukungan, SIUP, NPWP, Laporan Pajak 3 Bulan, ISO 9001:2008, I.P.A.K, Geskeslab, H.A.K.I, Jaminan Purna Jual, Jaminan Ketersediaan Teknisi (ATEM) dan (APOTEKER), Surat Uji Toxin Cat, Surat Uji Polimer Tas, Surat Terdaftar di LPSE serta yang lain-lain.

Penyalur Alat Kesehatan dan Produk DAK BKKBN 2019
Untuk pemesanan barang, brosur, harga jual, R.A.B dan surat dukungan Paket Produk Juknis DAK BKKBN 2019 seperti : Kie Kit BKKBN 20199 (KKB plus Family Kit) ~ GenRe Kit BKKBN 2019 ~ Iud Kit BKKBN 2019 ~ Sarana PLKB BKKBN 2019 ~ Public Address BKKBN 2019 ~ Implan Removal Kit BKKBN 2019~ Obgyn Bed BKKBN 2019 ~ BKB Kit+APE Kit BKKBN 2019 ~ Tempat Alat Obat Kontrasepsi DAK Sub-Bidang KB T.A 2019 ~ Mupen KB BKKBN 2019 ~ Lansia Kit BKKBN 2019 ~ PPKBD/ Sub-PPKBD Kit BKKBN 2019 silahkan menghubungi :
Kontak Person : Tn. Elfian Effendi
Mobile : 082125526000 / 081315904286
PIN BB :
Telpon Kantor : 0213912905
Email :
dumedpower2017@gmail.com
Twitter
https://twitter.com/penyaluralkes
Website :
http://juknisdakbkkbnblog.blogspot.com/
http://dumedpower.net/
http://penyaluralatkesehatan.co.id/